P Pengenalan Seni Budaya Banjar melalui Pendekatan Pemulihan Psikososial Anak Pascabencana Banjir di Desa Tajau Landung Introducing Banjar Cultural Arts through a Psychosocial Recovery Approach for Children Affected by Flood Disasters in Tajau Landung Village
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kegiatan pengenalan seni budaya Banjar berperan penting tidak hanya dalam pelestarian budaya lokal, tetapi juga sebagai pendekatan pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana. Anak-anak di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menunjukkan berbagai indikasi gangguan psikososial pascabencana banjir Januari 2025, seperti meningkatnya rasa takut ketika hujan turun kembali, penurunan semangat belajar, kesulitan tidur, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, penanganan terhadap kondisi tersebut masih bersifat informal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengkaji peran gelar pentas seni berbasis seni budaya Banjar sebagai media pemulihan psikososial anak pascabencana. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan keterlibatan langsung anak-anak dalam kegiatan seni budaya Banjar, antara lain tari kreasi berbasis budaya Banjar, lagu daerah, serta tradisi lisan seperti bapandung. Kegiatan seni tari yang digunakan merupakan tari kreasi berbasis budaya Banjar, bukan tari tradisional pakem, yang disusun dengan mengadaptasi unsur budaya Banjar berupa ragam gerak sederhana, iringan musik daerah, serta penggunaan kostum bernuansa lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada anak-anak, ditandai dengan meningkatnya ekspresi emosi positif, kepercayaan diri, interaksi sosial, dan semangat beraktivitas. Dengan demikian, gelar pentas seni berbasis budaya lokal dapat menjadi strategi alternatif yang kontekstual dan humanistik dalam mendukung pemulihan psikososial anak di wilayah rawan bencana.
Rincian Artikel
Referensi
Adiwinata, S., Wulandari, N., & Syafitri, F. (2025). Pendekatan pemulihan psikososial pascabencana melalui media budaya lokal. Jurnal Psikososial Nusantara, 7(1), 15–25.
Adiyoso, W. (2022). Pemulihan pascabencana pada anak usia dini dalam perspektif teori ekologi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 584–592. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1026
Bali, M., Hadi, S., & Yuliani, R. (2021). Pendampingan psikososial melalui bermain dan mendongeng pada anak terdampak bencana. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dinamis, 4(2), 45–53.
Daulay, W., Ginting, N. E., & Siregar, D. (2021). Pendampingan psikososial dan trauma healing pasca bencana alam gempa bumi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Humanis, 5(1), 22–30.
Fergina, D., Sari, A. P., & Mardiana, N. (2024). Intervensi psikososial untuk anak korban banjir melalui aktivitas seni dan permainan tradisional. Jurnal Psikologi Sosial dan Budaya, 3(1), 67–76.
Junida, D., & Dwipa, A. (2024). Budaya lokal sebagai sarana pemulihan trauma: Sebuah studi literatur. Sriwijaya Journal of Social Sciences, 5(1), 45–58. https://journals.akademia.or.id/index.php/sjss/article/view/18
Karimah, L. (2025). Implementasi art therapy untuk mengatasi trauma pada anak pascabencana. Jurnal Psikologi Terapan, 8(2), 112–120.
Latif, K. (2020). Trauma healing therapy for post-earthquake children using traditional Randai approach. International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS), 1(1), 23–30. https://journal.qqrcenter.com/index.php/ijni/article/view/109
Marlina, S., Rahmah, S., & Fitria, M. (2023). Mental healing melalui permainan tradisional untuk anak-anak yang terdampak banjir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(3), 144–150. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i3.20
Rahman, S., Basit, M., Tasalim, R., & Mahmudah, R. (2021). Pemberian manajemen stres pasca banjir sebagai upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Jurnal Suaka Insan Mengabdi, 3(2), 78–85. https://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/JSIM/article/view/302
Salamor, M. C., Lewerissa, M. R., & Rahakbauw, J. (2020). Trauma healing bagi anak korban bencana alam di Maluku. Jurnal Layanan Psikologi, 2(1), 1–8.
Sitepu, M., Tobing, F. S., & Manurung, L. M. (2023). Pendekatan psikososial bagi anak korban bencana alam: Tinjauan melalui indikator PSC-17. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 6(1), 55–66.
Swari, R. R., Nurhayati, S., & Pratama, D. (2023). Peran generasi muda dalam mempertahankan seni dan budaya bangsa. Jurnal Sosial Budaya Nusantara, 5(2), 88–95.
