Strategi Hilirisasi Tanaman Purun menjadi Harta Karun di Kalimantan Selatan Downstream Strategy of Purun Plant into A Treasure in South Kalimantan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Tanaman Purun menjadi harta karun bagi sebagian masyarakat yang hidup di daerah tanah gambut, Tanaman ini bisa dimanfaatkan menjadi barang/kerajinan yang bernilai tinggi dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, tanaman purun berpotensi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan. Sebab dapat dijadikan kerajinan seperti topi, sedotan, tas, dan tikar yang dijual kepada turis. Namun muncul berbagai macam kendala antara lain permodalan, peningkatan produk, inovasi produk hingga kelangkaan bahan baku produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi optimalisasi pengembangan produk kerajinan purun yang tepat bagi masyarakat di Kalimantan Selatan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan dengan metode analisis SWOT. Data yang digunakan adalah sekunder. Adapun hasil penelitian ini adalah masuk ke dalam kuadran I, strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Untuk itu diperlukan strategi dan skema antara lain membentuk koperasi, regulasi penggunaan produk purun, pelatihan pengembangan produk purun, mendapat suntikan dari investor, mengikut sertakan pameran, perlu libatkan campur tangan pemerintah dan perbankan, dan gencar kampanye ekonomi hijau. Adapun saran dari hasil analisis ini adalah sebaiknya pengembangan produk purun terus dikembangkan karena menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dan perlu adanya pembinaan dan regulasi dari pemerintah.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Agung, M., & Adi, E. A. W. (2022). Peningkatan Investasi dan Hilirisasi Nike di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP), 6(2), 4009–4020.
Ariani, A., & Utomo, M. N. (2017). Kajian Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tarakan. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, 13(2), 99–118.
Fitriyanti, S. (2018). Strategi Pengembangan IKM Berbasis Komoditas Itik Alabio & Purun di Kab. Hulu Sungai Utara. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(1), 67–72.
Handayani, N., & Yuliani, R. (2019). Strategi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin dalam Pengembangan Industri Kecil Menengah. At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi, 10(2), 142–156. http://repository.unisba.ac.id/handle/123456789/25020.
Hubbard, G., Rice, J., & Galvin, P. (2015). Strategic Management: Thinking, Analysis, Action (5th ed.). Pearson Australia. https://hdl.handle.net/1959.11/17757
Mailiana, M., & Hayati, D. (2017). Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan terhadap Kinerja Pengrajin Anyaman Purun Desa Lampihong Kabupaten Balangan. DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 10(2), 167–186.
Pangaribuan, W., & Silaban, R. (2017). Upaya Peningkatan Pendapatan Wanita Pengrajin Purun (Eleocharis Dulcis) di Kecamatan Perbaungan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 23(2), 309–314.
Prasnowo, M. A., Khomaruddin, A., & Hidayat, K. (2017). Strategi Pengembangan Sentra Industri Kecil Menengah Produksi Krupuk. Teknika: Engineering and Sains Journal, 1(1), 17–24.
Rangkuti, F. (2014). Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT: Cara Perhitungan Bobot, Rating dan OCAI. Gramedia Pustaka Utama.
Rika, L., Khosmas, F. Y., & Witarsa, W. (2022). Peran Koperasi Jasa Menenun Mandiri dalam Meningkatkan Status Sosial Ekonomi Pengrajin Tenun Ikat. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(6), 1550–1556. https://doi.org/10.26418/jppk.v12i6.66462
Sedjati, R. S. (2015). Manajemen Strategis. Deepublish.
Wahdah, R., & Amalia, H. S. (2016). Pengembangan Daya Saing Produk pada Sentra Kerajinan Purun di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Jurnal Spread, 6(2), 89–99.
